Adenomiosis

Pengertian Adenomiosis

Adenomiosis adalah jaringan dalam tubuh yang pertumbuhannya secara tidak normal (abnormal) pada bagian yang tidak sesuai. Tumbuhnya jaringan pada tubuh inj akibatnya bisa mengakami gejala haid yang tidak normal dan rasa nyeri lada saat berhubungan seks.  Kemudian menurut medis merupakan keadaan pada jaringan endometrium (jaringan yang pelapis rahim) di tubuh dan tumbuh menembus dinding otot rahim (miometrium). Fase ini membuat dinding rahim menjadi lebih tebal. Pada jaringan endometrium akan menebal dan akan meluruh dikeluarkan setiap bulan melalui menstruasi.

Akibatnya,  pada saat perdarahan akan lebih lama fasenya. Penderita yang mengalami Adenomiosis akan merasakan sakit pada masa menstruasi.

Dilansir dari halaman hellosehat. com adapun gejala adenomiosis, sebagai berikut:

1. Durasi menstruasi yang dalam waktu panjang

Terjadinya kram di perut seperti nyeri haid (dismenore).

2. Ada pembekuan (gumpalan) darah selama menstruasi.

Ada rasa nyeri saat berhubungan seksual dalam bawah perut tampak lebih besar dan terasa lembut jika menyentuh

3. Bercak darah ketika sedang tidak haid.

Penyebab awalnya belum pasti namun terkadi berbagai penelitian menunjukkan bahwa adabya hormon estrogen, progesteron, prolaktin, dan hormon perangsang folikel yang terganggu menyebabkan gejala tersebut

Ada pula beberapa kemungkinan yang menyebabkan faktor  Adenomiosis, antara lain:

1. Adanya pertumbuhan jaringan  tidak normal (adenomioma) dari sel adometrium yang akhirnya menembus  dalam otot uterus. Hal ini dapat terjadi karena  sayatan pada rahim saat pembedahan seperti operasi caesar.

2. Adanya  pertumbuhan sejak menjadi dan tumbuhnya jaringan abnormal.

3. Peradangan pada dinding uterus ada ketika selesai persalinan.

4. Sel induk pada dinding uterus yang balik menyerang rahim

Kasus dala beberapa penderita yang mengalami gejala ini dapat membaik ketika kadar hormon estrogen dalam tubuh dapat menurun, yaitu di akhir menopause (12 bulan setelah akhir masa menstruasi terjadi).

Adanya risiko yang menyebabkan adenomiosis, meliputi:

1. Usia yang mencapai 40-50 tahun ( sebelum menopause).

2. Wanita yang memiliki anak (pernah melahirkan).

3.  Operasi rahim seperti caesar atau fibroid rahim.

Adenomiosis tidak  berbahaya tetapi sakit pada saat haid akan lama dan akan mengganggu pada kegiatan sehari-hari. Wanita yang mengalami adenomiosis akan mempunyai risiko anemia yang di akibatkan oleh perdarahan yang berkepanjangan (masa haid yang tidak normal).

Keadaan ini bisa memberikan pengaruh kesehatan menyerupai lelah, pusing, dan murung. Dalam beberapa kasus, adenomiosis adalah kondisi yang bisa membuat Anda terlalu gelisah dan cemas. Jika dibiarkan terus, hal ini bisa berujung pada depresi.Dalam jaringan Adenomiosis pada  keadaan yang dapat membuat perasaan gelisah dan cemas. Apabila dibiarkan secara terus menerus maka akibatnya penderita akan mengalami depresi. Adenomiosis merupakan penyakit yang memiliki tanda yang dapat dikendalikan, karena memang semua tidak sepenuhnya bisa di sembuhkan. Perawatan adenomiosis terpengaruh pada tanda, parah dan keadaan rahim.

Para dokter mencari obat untuk penderita Adenomiosis. Dokter akan meresepkan obat anti-inflamasi nonsteroid (NSAID) untuk mengurangi rasa sakit  pada waktu saat menstruasi. Penderita akan mendapat terapi hormon, ablasi endometrial (penghancuran jaringan endometrium), histerektomi (pengangkatan rahim), dan embolisasi arteri uterina dapat menjadi pilihan pengobatan tergantung hasil diagnosis dari pemeriksa. Prosedur dalam pengangkatan rahim menjadi  pengobatan yang paling efektif bisa menyembuhkan adenomiosis pada tanda yang parah.

Referensi

hellosehat.com

alodokter.com

klikdokter.com

Referensi gambar:

deherba.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *